Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran


Bismillahirrahmanirrahiim,



Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin membagikan satu informasi tentang cara untuk Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran. Dalam hal ini, media pembelajaran yang kami maksudkan untuk mata pelajaran Matematika.

Adapun cara untuk memanfaatkannya adalah kotak catur diubah menjadi alat peraga sederhana yang dapat digunakan untuk mendemonstrasikan tujuh materi pembelajaran matematika, yaitu pencerminan, putaran, sistem koordinat kartesius, menentukan keliling dan luas persegi panjang serta persegi, mengenal bangun datar sederhana, operasi hitung bilangan bulat dan tentunya bisa digunakan sesuai fungsi aslinya, yakni bermain catur. 

Dengan enam materi pembelajaran dan satu permainan tersebut saya khususkan untuk pembelajaran kelas tinggi dan lebih mudah dilakukan karena tersedia satu set dalam sebuah kotak.

Awalnya alat peraga ini hanya dibuat untuk materi tentang pencerminan dengan menggunakan sistem koordinat kartesius dan bermain bola dengan koordinat tersebut. Pada perkembangan selanjutnya ternyata alat peraga ini bisa juga dimanfaatkan untuk membuat putaran jika garis tengah pada kotak catur diperpanjang. Kemudian setelah melihat putaran dengan bangun-bangun datar, ternyata bangun datar tersebut dapat dihitung juga luasnya karena mempunyai jarak yang sama. Untuk melengkapi alat peraga ini akhirnya kami juga meletakkan kaca pada papan catur bagian dalam untuk pencerminan sebagaimana gambar berikut ini :


Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran

Keterangan gambar :

  • Bermain bola dengan paku-paku koordinat kartesius (gambar 1);
  • Bidang untuk materi pencerminan dan putaran, pada koordinat Kartesius Karet untuk materi menentukan keliling, luas persegi panjang dan persegi, serta mengenal bangun datar sederhana (gambar 2);
  • Seperangkat alat peraga kotak catur yaitu cermin, papan berpaku dan lapangan bola (gambar 3 dan 4);
  • Satu set Kotak Catur 7 in 1 (gambar 5).


Cara Mendesain


Pertama, kita harus menyiapkan satu buah papan catur besar. Bagian dalam salah satu sisi papan catur (tempat meletakkan bidak catur) ditempeli cermin dan sisi lainnya diberi paku ukuran kecil dengan jarak antarpaku yang sama dan membentuk persegi. Setelah itu, dibuat garis sumbu koordinat kartesius (sumbu x dan y).

Untuk menambah manfaat dan daya tarik untuk siswa, siapkan satu lembar triplek kecil atau karton tebal. Triplek atau karton tebal dilubangi sesuai dengan letak paku dan gambari triplek atau kartun tersebut seperti lapangan bola kaki, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bermain bola dengan titik-titik koordinat. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan beberapa bidang kecil dari triplek atau kartun tebal dengan berbagai bentuk, misalnya jajargenjang, bujursangkar, trapesium, dan segitiga yang akan digunakan khusus untuk materi putaran. 

Cara Pemanfaatan


Untuk materi pencerminan yang merupakan bagian dari pembelajaran kelas IV, kita dapat menggunakan papan catur bagian dalam. Siswa diminta untuk mengambar satu bidang pada cermin dengan menggunakan spidol.

Kemudian sebuah karet gelang diletakkan pada papan berpaku mengikuti gambar bidang yang telah digambarkan pada cermin. Dengan materi ini, siswa menjadi lebih paham materi pencerminan dengan melihat karet berbentuk bidang pada cermin dan membandingkan dengan apa yang digambarkan.

Khusus untuk materi putaran (kelas IV), kita memerlukan peraga tambahan, yaitu beberapa bidang kecil yang telah dibentuk dan dipersiapkan. Cara bermainnya, letakkan bidang tersebut pada paku bagian tengah yang lebih panjang. Misalnya kita menempatkan segitiga sama kaki pada posisi nol derajat, selanjutnya segitiga tersebut diputar hingga 90 derajat. Siswa diminta untuk menggambarkan posisi segitiga sebelum dan sesudah terjadi putaran.

Siswa juga diajak untuk mengenal bangun datar dengan menggunakan karet gelang. Materi untuk kelas III tersebut dapat mengenalkan siswa pada bentuk-bentuk bangun datar yang dilakukannya sendiri dengan mengunakan karet gelang tersebut dan menggambarkannya di atas kertas. Selanjutnya, siswa juga diajak untuk menentukan keliling dan luas persegi panjang serta persegi. Kita masih menggunakan karet gelang untuk membentuk bidang-bidang pada paku.

Siswa dapat menghitung sendiri keliling dan luas bidang datar karena jarak antara satu paku dengan paku lainnya sama. Materi kelas IV tersebut yang disajikan dengan cara siswa melakukan sendiri ternyata menyenangkan siswa.

Untuk kelas V dan VI, materi operasi hitung bilangan bulat dilakukan dengan menggunakan bidak catur. Bidak catur berwarna hitam bermakna negatif dan bidak catur berwarna putih bermakna positif. Satu bidak catur berwarna hitam dan satu bidak catur berwarna putih (berpasangan) mempunyai nilai sama dengan nol.

Selanjutnya siswa diajak bermain hitung bilangan bulat dengan menggunakan bidak catur. Siswa yang mengalami kesulitan belajar operasi hitung bilangan bulat ternyata lebih mudah memahaminya dengan menggunakan bidak catur.

Materi lainnya, menentukan titik koordinat kartesius dengan meletakkan benda (seperti dadu yang telah dilubangi bagian tengah) pada koordinat yang dikehendaki (sumbu x dan y) di atas papan paku. Selain itu, dengan menggunakan triplek atau karton yang bergambar lapangan bola, siswa diajak bermain dengan koordinat tersebut secara bergantian menentukan titik-titik koordinat.

Terakhir, sambil bermain siswa juga diajak belajar menggunakan papan catur bagian atas dan bidakbidak catur. Untuk mengasah otak dalam salah satu cabang olah raga tersebut, siswa diajak berpikir sambil bermain catur.

Alat peraga ini juga bisa digunakan untuk kelas rendah, khususnya untuk mengenalkan berbagai bentuk bidang datar sederhana.

Demikian informasi yang bisa kami  bagikan tentang Memanfaatkan Kotak Catur sebagai Media Pembelajaran. Semoga bermanfaat



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

comments